Hantu Jeruk Purut

Hantu Jeruk Purut

Hantu jeruk perut merupajan salah satu judul film yang telah tayang di layar kaca indonesia pada tanggal 29 November 2006,dan di bintang oleh Angie, Shela Marcia Joseph, dan Samuel Z.

Awal film ini dengan adanya tiga remaja yang bernama Alvin, Adam, dan Icha yang baru pulang dari club malam pergi ke sebuah kuburan yang memiliki nama TPU Jeruk Purut.

Di sana terdapat banyak isu adanya penampakan sosok hantu yang tidak memiliki kepala dan sosok hantu tersebut adalah seorang pastor.
Dan hantu itu dapat terlihat apabila sekelompok oarang yang berjumlah ganjil sedang berada mengelilingi komplek kuburan tersebut sebanyak sujuh kali.
Alvin, Adam, dan Icha lega karna telah selesai melakukan hal itu, merekapun tidak menemui hal aneh apapun.

Anna Karenina (Renny Umari) adalah seorang penulis wanita yang sangat berbakat dan buku-bukunta sselalu laris terjual di pasaran.
Kali ini ia akan menulis novel non-fiksi horor dari novel percintaan yang di tulisnya selama ini.
Anna ingin menulis tentang hantu jeruk purut, menurut temannya sang pastor yang menjadi gentanyangan sekarang ini.
Dulunya di sukai seorang wanita yang bernama Lasmi, kemudian Lasmi de perkosa dan di bunuh oleh seorang pria yang menyukainya.
Tetapi cinta pria itu tidak kesampaian, Pastor yang mengetahui hal tersebut mencegah pria berbuat hal yang keji dan malah kepala sang pastor itu terpenggal.
Itulah asal usaulnya hantu tanpa kepala berdasarkan opini warrga.
Di tengan penulisannya Anna kerap sekali di hantui hantu jeruk perut dan kuntilanak yang bernama Lasmi, ia memint agar Anna tidak menulis kebohongan.

Airin ( Anggie), Nadine (Sheila Marcia Joseph), dan Cessa (Valia Rahman) adalah ketiga sahabat dari SMP.
Di SMA, Nadine berpacaran dengan Valen (Samuel Zylgwyn) yang juga menyukai Airin.
Tetapi cintanya tidak di perdulikan oleh Airin, Airin sendiri adalah seorang gadis yang tinggal bersama ibunya Rona.
Semenjak kedua orang tuanya bercerai Airin dan Cessa bersama menemui Anna sang penulis novel favorit mereka.
Airin yang dekat dengan Anna bahagia karna Anna akan memberikan naskah novel Airin ke penerbit.
Sepulangnya Anna dari pertemuan itu, Anna di serang dan dibunuh oleh hantu tanpa kepala tersebut.
Sebelum Anna meninggal ia memberikan nasihat kepada Airin lewat telpon di ponsel untuk melanjutkan tulisan Anna.
Airinpun langsung pergi kerumah Anna dan ia melihat Anna telah tewas mengenaskan.

Airinpun meminta bantuan kepada Cessa dan Nadine untuk membantunya meneruskan novel Anna dengan berbagai riset yang telah Anna kumpulkan di semasa hidupnya.
Karna penasaran, Airin mengajak kedua sahabatnya untuk pergi ke sebuah komplek kuburan jeruk purut pada saat malam hari.
Sebuah alasan dan kejadian,mengakibatkan Cessa tidak bisa pergi dan di gantikan oeh Valen.
Ketika berada di sana, Nadine bertemu dengan hantu tanpa kepala dan ia mengajak temannya nuntuk pulang.
Airin semakin giat melanjutkan cerita tulisannya dan ia merasakan bahwa ia mulai di hantui oleh hantu tanpa kepala dan kuntilanak.

 

Hantu Jeruk Purut

 

Ibunya turut menjadi aneh dan Airin mulai sadar bahwa orang ikut terkena dampak teror.
Nadine dan Cessa memberitahukan kepada Airin untuk bberhenti melanjutkan tulisan karna dapat membahayakan jiwa orang lain.
Namun Airin telah menjadi amanat Anna sebagai perisai, Nadine yang pulang kerumah merasakan seperti ada yang mengikutinya.
Saat ia ingin mmemasak di dapur, tabung gas seberat 12 KG itu melayang dan berputar menbentur keras kepala Nadine hingga pingsan.
Airin mendapatkan firasat buruk tentang Nadine.

Dirumah sakit, Nadine meminta Airin untuk berhenti menulis, Pada malam keesokannya Valen di kejar oleh kuntilanak Lasmi dan Hantu kepala buntung hingga ia terkena sengat arus listrik.
Hal itu membuat Nadine ijin dari sekolah dan pergi menjenguk Valen.
Saat ia menjaga sendirian, ia menemukan foto Airin di dompet Valen dan Nadine segera menanyakan hubungan mereka berdua.

Airin dan Cessa berusaha memberikan penjelasan, ttetapi Airin pergi duluan.
Ia di nhantui oleh sosok kuntilanak sementara Nadine dan Cessa di hantuio oleh hantu kepala buntung.
Mereka bertiga sedang berada dalam ketakutan akhirnya bertemu di dapan bangsal tempat Valen terbaring.
Mereka bertiga melihat bagaimana Valen di tusuk oleh suntikan bius dan tercekik hingga tewas dengan benda-benda sekitarnya yang bisa bergerak sendiri.

Kemudian roh memasuki tubuh Nadine dan mencekik serta mengejar Airin.
Cessa yang terjauh pingsan tidak dapat menolong, Airin kabur dan bersembunyi di dalam kamar mayat saat Nadine masih kerasukan membawa sebuag gunting.
Nadine mencari Airin, Cessa tersadar berusaha menghentikan Nadine, Kemudian Nadine, Cessa, dan Airin berkelahi.
saat Cessa dan Airin memiting leher Nadine, Airin merebut gunting dan menusukannya kedada Nadine.
Kemudian saat Airin dan Cessa di bawah oleh perawat beretsama mayat Nadine, mayat Nadine terangkat dan menghantam Airin.

Film ini diinspirasi dari kisah nyata di daerah Jakarta, yaitu tentang Pastur Kepala Buntung.
Dulu tahun 1986, penjaga kuburan pernah melihat hantu pastur ini, hantu pastur ini menenteng kepalanya sendiri dan diikuti seekor anjing.
Konon, pastur ini salah pulang, karena dia tersasar ke TPU Jeruk Purut yang untuk umat Muslim, padahal sebenarnya makamnya TPU Tanah Kusir unit Kristen.
Hantu Jeruk Purut pertama kali disebutkan di film ” Jelangkung ” ( film legenda Jakarta lainnya, secara ironis, legenda-legenda Jakarta sebelumnya disebutkan, yaitu Suster Ngesot, Hantu Rumah Kentang Prapanca dan Hantu Lampu Lalu-Lintas Kuningan ).

Airin mendapatkan sebuah kebenaran cerita. Lasmi adalah seorang pelayan pastur, ia sedang berada di hutan untuk memberikan roti gandum kepada pastur.
emudian, seorang pria datang dan mencoba memerkosa Lasmi, hal itu diketahui oleh sang pastur dan langsung terjadi perkelahian yang menewaskan sang pastur, kemudian Lasmi juga meninggal.
Kemudian, pria itu menyamar dengan pakaian pastur untuk mengelabui warga yang tahu perbuatannya.
Dengan memakai dandanan pastur itulah, sang pria dipenggal dan dia menjadi hantu kepala buntung. Airin menulis kebenaran cerita di rumah sakit, dan hal itu disaksikan oleh ibunya dan Cessa.

 

 

Mungkin Anda Menyukai