Lights Out

Lights Out

Lights Out – Akhir-akhir ini film horor yang karyanya di buat oleh James Wan selalu saja membuat orang yang melihat film horornya menajadi ketakutan dan mendebarkan jantung. Film yang di ciptakan oleh James Wan yaitu Insidious, Conjuring, hingga Annabelle. Film-film tersebut sangat lah menyeramkan.

Dan James Wan telah memproduksi satu film horor etrbaru lagi, yaitu Lights Out. Lights Out film ini di kembangkan mejadi film layar lebar dan film pendek yang berdurasi tidak sampai dari 3 menit, merupakan karya dari sutradara David F Sandberg. Filmnya itu membuat jantung copot dengan adegan lampu yang selalu hidup mati.

Namun pastinya David telah mempersiapkan fil yang lebih dari mengagetkan dengan hantu yang muncuk secara diam-diam. Lights Out telah di kembangkan dengan cerita yang lebih kompleks, dengan latar belakang yang membuat anda penasaran.

Baca juga

Adegan pembuka pembuka tidak begitu meyakinkan dan menurunkan ekspektasi. Karena adegan ini sama persis seperti yang telah disajikan Sanberg di film pendeknya. Sosok hantu dirasa juga terlalu cepat muncul, dengan wujud yang cukup jelas sehingga mengurangi rasa penasaran penonton. Apalagi hantu ini langsung menampilkan keganasannya dengan membunuh orang.

Tapi cerita kemudian dikembangkan kembali dengan adegan baru. Seorang anak kecil bernama Martin (Gabriel Bate) memiliki masalah dengan ibunya, yang dianggap punya masalah kejiwaan. Martin sering kali tertidur di sekolahnya lantaran setiap malam ia tidak bisa tidur. Ada sosok menyeramkan yang selalu berbicara dengan ibunya.

Pengalihan konflik dari rasa penasaran penonton akan sosok hantu, kemudian berubah menjadi rasa penasaran penonton tentang latar belakang sang ibu yang diangap gila. Bukan cuma itu saja, Martin rupanya punya saudara tiri perempuan bernama Rebecca (Teresa Palmer )yang minggat dari rumah karena berselisih dengan sang ibu. Dan alasannya pun sama dengan masalah yang dihadapi martin. Ada sosok yang selalu berbincang dengan sang ibu. Dua bersaudara ini akhirnya mencari tahu lebih lanjut, dibantu pacar Rebecca, Bret.

Kisahnya sebenarnya simple dan begitu tipikal dengan horror kebanyakan. Tapi baik script writer dan sutradara tetap mampu membuatnya menjadi sulit ditebak. Terlebih karena adegan horrornya benar-benar membuat penonton enggan banyak berpikir. Yang ada malah menghitung-hitung untuk bersiap kapan si wujud menyeramkan itu muncul. Dengan dua tokoh utama Martin dan Rebecca yang tampak serius dan sangat mendalami ekspresi ketakutan, Bret justru sebaliknya, jadi favorit penonton karena gayanya yang lebih santai, kadang kali juga konyol.

Dialog antar pemain terdengar simple dan pendek-pendek. Beragam hal lebih banyak dijelaskan secara deskriptif dan naratif, termasuk dari mana hantu itu berasal. Aksi kejar mengejar di lorong-lorong rumah yang gelap tanpa cahaya membuat para penonton terus menghela nafas panjang.

Setting tempat di rumah besar yang gelap juga menjadi aspek yang sangat mendukung. Meskipun sebenarnya rumah tersebut juga menggunakan gaya arsitek yang sudah modern tapi itu saja sudah sangat menyeramkan. Permainan audio lewat backsound yang terdengar seram dan mengagetkan benar-benar menteror penonton. Apalagi saat hantu muncul, anda pasti sudah siap-siap menutup mata untuk menghadapi semua kejutan yang datang.

Di rilis: 13 agustus 2016
Durasi: 81 menit
Genre: Horor’
Sutradara: David F Sanberg
Pemain: Teresa Palmer, Gabriel Bateman, Alexander DiPersia, Maria Bello

Mungkin Anda Menyukai