Sumpah Pocong Di Sekolah

Sumpah Pocong Di Sekolah

Sumpah Pocong Di Sekolah merupakan film horor Indonesia yang di terbitkan pada tahun 2008 dan di bintangi oleh Marcell Darwin, Fandy Christian, Hardi Fahdillah, Herichan, Josua Pandelaki dan Henidar Amroe.

Sekolah Pramuda Mulya. Ramon ( Marcell Darwin), Evan (Hardi Fahdillah), dan Dimas (Fandy Christian) merupakan tiga sahabat di sekolah mereka yang berasrama khusus pria dimana yang memiliki disiplin yang ketat.
Suata hari mereka kedatgan guru yang baru di sekolah itu dan ternyata guru itu cantik dan seksi, guru itu benama Sonya.
Hal ini langsung memberikan ide terhadap sahabt Ramon mereka berdua Evan dan Dimas akan menyewa seorang penari tanpa busana, yang akan di dandani seperti ibun sonya sebagaihadiah kejutan ulang tahun Ramon.

Peristiwa ini langsung menimbulkan kehebohan di selutuh kalanga murid-murid karena pada esok pagi semua HP berisis rekaman vidio adegan syur penari tersebut.
Semua orang heboh dengan rekaman itu, karna meluapnya kehebohan itu, kepala asrama yang bernama Pak Rizal mengetahuinya dan bernat akan mengeluarkan ketiga murid tersebut atas tindakan yang di perbuat oleh mereka bertiga.

Dalam perdebatan antar Pak Rizal dengan Ramon, Evan, Dimas terjadi sumpah-sumpahan, yang akhirnya salah satu dari mereka yaitu Ramon menantang untuk melakukan sumpah pocong.
Saat mereka ingin melakukan proses sumpah pocong tersebut, di hentikan oleh kepala ssekolah yang bernama Pak Sentot (Joshua Pandelaki).
Tapi mereka tidak mengetahui bahwa papan tulis di sebuah kelas itu mengalirkan darah.

Kemudian dengan perminta maafan dari ayah Ramon, Heru ( Alex Komang) dengan pihak sekolah, perbuatan Ramon telah di maafkan.
Heru dan Ramon mereka berdua mulai di hantui oleh sosok wanita yang berwajah pucat di mna-mana.
Sampai akhirnya salah satu dari mereka yang bernama Ramon shock ataas kejadian yang sedang menimpanya dan ia menjadi penyendiri.

Namum mimpi buruk akan wajah wanita itu masih saja belum hilang juga.
Ketika sekolah mengadakan acara tahunan bersama dengan siswi mereka Edwels, justru di teror dari hantu wanita yang semakin bertambah.
Sonya kemudian menemukan sebuah buku kenangan tahun 1990 yang terjatuh di ambilnya.

Pak Rizal dan Bu Sonya mempertanyakan kepada Pak Sentot mengenai perempuan yang berada dalam buku kenangan (yang wajahnya sama seperti hantu yang sempat dilihat Sonya) dan sejak kapan sekolah itu menjadi sekolah khusus laki-laki. Lewat alamat di Buku Kenangan, lewat keterangan dari ibu Bunga (Henidar Amroe), diceritakan bahwa Bunga-nama hantu atau gadis ini-kurang bisa bersosialisasi.
Pada malam di mana hilangnya Bunga, sang ibu menemukan diary Bunga untuk mengetahui alasan hilangnya Bunga. Didapatilah bahwa Bunga dihamili oleh gurunya sendiri, yang ternyata adalah Heru, ayah Ramon.

Lewat flashback dari Heru, diceritakan bahwa Bunga telah diajak untuk diaborsi dan dalam perjalanan setelah pengarbosiannya, ia meninggal.
Heru yang tidak ingin disalahkan menaruh mayat Bunga di sela-sela dinding kelas yang belum jadi kala itu.
Dan, sepertinya Heru beruntung bahwa kelakuannya tidak berhasil diketahui oleh pihak-pihak lain.
Heru yang mengenang memorinya di kelas yang sudah jadi pada masa kini (Ia kembali ke sekolah saat menjenguk anaknya yang pingsan) bertemu kembali dengan Bunga dan Bunga, mengejarnya.
Hingga ke sebuah tangga, di mana di undakan tertinggi, Bunga menjatuhkan Heru ke lantai dasar.

Di akhir film, Heru berhasil diselamatkan dan diopname di rumah sakit. Namun, kursi roda yang ditumpanginya bisa berjalan sendiri tanpa ada yang mendorong, Heru mengetahui, Bungalah yang mendorongnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai