"Firegate" Bertemu Iblis di Piramida Gunung Padang

“Firegate” Bertemu Iblis di Piramida Gunung Padang

“Firegate” Bertemu Iblis di Piramida Gunung Padang – Prolog film menarik alkisah 5000 Sebelum Masehi sebuah upacara dalam piramida berakhir bencana, karena ada kekuatan jahat (iblis).

Agar ada nuansa Sunda upacara itu menggunakan kujang. Lalu cerita bergulir pada tiga tokoh.

Yang pertama Tomo Gunadi (Reza Rahadian) sebagai wartawan Tabloid Ghoib, yang kerap menggunakan jasa paranormal yang katanya bisa mengusir setan atau penunggu di suatu tempat,

Sinopsis Firegate

Padahal bisnis dan uangnya dibagi dua. Yang membuat saya agak heran, wartawan masih digambarkan sebagai sosok yang selalu menenteng kamera. Bukankah ada ponsel cerdas?

Tomo sebenarnya pernah bekerja sebagai wartawan hukum dan politik, bernama “Generasi” namun karena mengungkap kasus korupsi majalah tempatnya bekerja dibreidel.

Sosok ini ada di dunia nyata, situasi politik yang “keblinger” menyebabkan jurnalis idealis bidang politik muak dan pindah ke bidang yang non politik, seperti wisata, hiburan bahkan infotainment.

Sama saja, politik Indonesia juga kerap seperti infotainment, kaerna politisinya mencari pencitraan dan sensasi.

Dalam film ini Tomo digambarkan dicerai isterinya yang malu karena suaminya bekerja sebagai wartawan tabloid tidak bergengsi dan berakibat buruk bagi anaknya yang masih berusia tiga tahun.

Hanya rumahnya cukup mewah untuk ukuran jurnalis. Bisa jadi karena Tomo mencari uang dengan cara merekayasa cerita tempat yang ada penunggunya.

Dalam sebuah dialog Tomo membantah isterinya: idealisme? Kemana kamu ketika kita kelaparan? (ketika Tomo sedang menganggur).

Tokoh Kedua Arni, arkeolog, Wakil dari Theo dalam Tim peneliti dan tidak percaya hal-hal yang klenik. Karakternya cerdas, mandiri, mempunyai keyakinan akan pengetahuan.

Dalam film ini sepertinya Arni tinggal sendiri di rumahnya. Ini yang agak mustahil dari kebiasaan orang Indonesia, setidaknya punya pembantu, kalau tidak tinggal dengan orangtuanya.

Tokoh ketiga Guntur Samudra (Dwi Sasono), paranormal pengisi acara reality show, pandangannya kebalikan dari Arni.

Dalam film ini diceritakan bahwa reality show rekayasa, sekalipun dia percaya soal dunia supranatural.

Ketiganya mewakili apa yang diceritakan Profesor Theo dalam kuliahnya sebagai Gold (mencari kekayaan), Glory (kejayaan) dan Gospel (pengetahuan).

Ketiganya punya kepentingan berbeda , Tomo hendak membuat artikel sensasional.

Arni berambisi iktu mengungkap rahasia piramida dan Guntur ingin tahu rahasia mahluk gaib dalam piramida terhadap Situs Piramida Gunung Padang

Ketika terjadi kematian beruntun mulai dari Theo, seorang wartawan yang meremehkan kearifan lokal, hingga Wulan (Ratu Anandita), seorang arkeolog muda, ketiganya bekerja sama.

Mereka menemukan petunjuk bahwa situs itu merupkan gerbang neraka.
Ketiganya diteror oleh sesuatu yang disebut Badura dan ketiganya akhirnya kembali ke piramida untuk mencegah sesuatu keluar dari piramida itu berakibat kiamat. Badura hanya sosok kerikil dari kekuatan jahat sebenarnya.

 

Happy death day

Happy Death Day (2017)

Tahun ini muncul film dengan konsep serupa yaitu Happy Death Day (2017), yang berbeda adalah genre yang dipakai film ini adalah Horror Slasher.

Yang berarti penonton akan “dipaksa” untuk melihat tokoh utama dibunuh secara terus-menerus.

Apalagi film ini datang dari Blumhouse Productions yang sering membuat film
keren dengan budget yang minim (Paranormal Activity, Get Out, Insidious,)

Tree Gelbman terbangun di hari senin tanggal 18 (hari ulang tahunnya) di sebuah
kamar pria dikarenakan dia sangat mabuk di malam sebelumnya.

Setelah menjalani kejadian yang cukup membosankan di hari ulang tahunnya. Tree mendapat sebuah hadiah spesial yaitu dia dibunuh oleh sosok misterius di malam hari.

Lalu Tree terbangun kembali di hari senin tanggal 18 (hari ulang tahunnya) di
sebuah kamar pria dikarenakan dia sangat mabuk di malam sebelumnya.

Setelah menjalani kejadian yang cukup membosankan (lagi) di hari ulang tahunnya
Tree kembali mendapat sebuah hadiah spesial yaitu dia dibunuh oleh sosok misterius di malam hari.

Lalu Tree kembali terbangun di hari senin tanggal 18 (hari ulang tahunnya) di
sebuah kamar pria dikarenakan dia sangat mabuk di malam sebelumnya.

Setelah menjalani kejadian yang cukup membosankan (lagi) di hari ulang tahunnya. Tree lagi-lagi mendapat sebuah hadiah spesial yaitu dia dibunuh oleh sosok misterius di malam hari.

Tapi saat Tree sadar dia terjebak dalam Time Loop,film ini langsung berubah menjadi sebuah film komedi dengan berbagai aksi “konyol” Tree dalam mencari identitas si sosok misterius.

Tentunya anda sendiri sudah bisa menebak akhir dari setiap proses investigasi ini bukan ??

Bagi saya ini sebuah hal yang postifif karena jika film ini memakai tema horor untuk setiap Loop maka dipastikan penonton pasti akan BOSAN karena akan melihat hal yang sama secara terus-menerus.

Gerald's game

Gerald’s Game: Terjebak di Kasur (2017)

Gerald’s Game: Terjebak di Kasur (2017) – Film horor kali ini berasal dari negara barat, anda bisa membaca sedit artikel mengenai film horor tersebut ya gaes

Tahun ini, Stephen King si “Raja Horor” benar-benar sedang On Firekarena 3 karyanya diadaptasi menjadi film, mulai dari The Dark Tower yang konon biasa-biasa saja (btw, saya sendiri blom nonton XD),

“IT” (gak ada hubungannya dengan I.T (Information Technology XD) ) yang memperkenalkan kembali Pennywise si Badut seram.

Dan sekarang ada Gerald’s Game yang bisa dinikmati melalui Netflix (salah satu jasa streaming di luar negeri) atau “jalan lain XD”.

Gerald’s Game mungkin tidak seseram “IT”, tapi Gerald’s Game berhasil membuat fokus sampai akhir film karena tema dan jalan ceritanya yang menarik.

Sinopsis Gerald’s Game: Terjebak di Kasur

Pasangan Gerald dan Jessie Burlingame memutuskan untuk menghabiskan weekend “Romantis” di sebuah rumah di dekat danau. Liburan ini bertujuan untuk “memulihkan kehidupan rumah tangga mereka”.

Tidak disangka ternyata Gerald memiliki fantasi seks yang cukup violent dimana dia memborgol istrinya di kasur.

Tidak disangka lagi ternyata Gerald mati karena serangan jantung, meninggalkan Jessie seorang diri dengan keadaan dua tangannya terborgol.

Usaha Jessie untuk melepaskan diri akan menjadi fokus untuk ke depannya, disamping adegan flashback dan “halusinasi” yang dialami oleh Jessie.

Dan yang terburuk, pintu rumah dibiarkan terbuka sehingga mengundang kehadiran beberapa karakter yang tidak terduga!!

Dari tulisan di atas saja sudah terasa atmosfir mencekam yang ada di film ini,
benar-benar bisa membuat penonton duduk sampai film ini berakhir.

2 kelemahan yang di temukan di film ini adalah adegan yang malah menimbulkan
beberapa pertanyaan baru dan adegan gerhana matahari yang tidak jelas.

Maksudnya apa kecuali anda fans berat novel-novel Stephen King lainnya karena ada hubungan “kecil”.

Dengan Novel Stephen King lainnya yaitu Dolores Clairborne (beberapa novel-novel Stepehen King memang saling berhubungan).

Overall film ini saya sarankan untuk yang mencari film Horor yang minim Jumpscare tetapi masih bisa membuat penonton merasa tegang.

Film Ular Tangga, Horor Indonesia

Film Ular Tangga, Horor Indonesia

Film Horor Indonesia – Langkah yang tepat diambil rumah produksi Lingkar Film dalam pemilihan judul karya terbarunya, “Ular Tangga” yang telah dipastikan tayang 9 Maret 2017 mendatang.

Apa yang kalian ingat ketika mendengar ular tangga ? Anak 90-an pasti sangat familiar dengan gabungan dua kata ini, ya, sebuah permainan yang sangat populer di era itu, dimana dadu dikocok dan permainan pun dimulai.

 

Film Ular Tangga, Horor Indonesia

 

 

Saya pribadi merasa sangat tertarik dengan film yang disutradarai oleh Arie Aziz ini, seakan membawa kenangan masa kecil saya dulu, ketahuan deh umur berapa,hehe.

Namun jangan salah, ular tangga yang satu ini sepertinya tak akan membuat kita tertawa seperti fungsinya tempo dulu, film bergenre horor yang naskahnya ditulis oleh Mia Amalia ini justru akan mengajak kita berpetualang di tengah hutan saat matahari sedang berada di sisi lain Indonesia.

“Based on true story events at Curug Barong”, begitulah kalimat yang tertulis tepat dibawah judul film ini, Lingkar Film nampaknya tak ingin melepas formula lama film-film tanah air dimana ‘kejadian nyata’ masih memiliki daya tarik tersendiri untuk divisualisasikan.

Oh iya, kalian tahu tidak kalau film ini memiliki kebahagian tersendiri untuk sang produser Wilson Tirta, pasalnya ia mendapatkan award atas prestasinya sebagai produser TERMUDA, baru 14 tahun loh umurnya, kerenkan.

Film ini juga dibintangi para pemain-pemain muda seperti Vicky Monica, Ahmad Affandy, Fauzan Nasrul, Alessia Castaro, Yoga Gracia dan Randa Septian, serta aktris yang pernah meraih penghargaan sebagai pemeran utama wanita terbaik pada ajang PiFan Film Festival 2009 di Bucheon, Korea Selatan, Shareefa Daanish.

Film dimulai dengan adegan mimpi Fina (Vicky Monica) yang terus berulang dan membuatnya mempertanyakan hal tersebut kepada dosennya, Pak Kuntara (Roy Martin).

Pada bagian awal, saya rasa kalian bisa menghabiskan popcorn ataupun membalas pesan singkat yang ada pada smartphone, mengapa? Karena inti dari bagian awal telah terang-terangan ditampilkan pada trailer film ini, pengenalan tokoh-tokoh pun berjalan dengan sendirinya meskipun Fina sudah dengan jelas memimpin jalannya cerita.

Baca Juga: Perempuan Di Rumah Angker (2012)

TAPI, jangan lakukan hal apapun selain fokus saat film sudah memasuki babak pertengahan, bersama dengan kekasihnya Bagas (Ahmad Afandy).

Serta beberapa temannya Martha (Alessia Caestro), William (Fauzan Nasrul),
Dodoy (Randa Septian) dan Lani (Yova Gracia), Fina pun siap memainkan ular
tangga.

Satu lagi yang sangat mencuri perhatian saya, Shareefa Daanish yang memerankan tokoh Gina dalam film ini.

Sebagai guide para pendaki, Gina mulai menampakan sisi misteriusnya ketika mengantarkan Fina dan teman-temannya mendaki hanya sampai pos 1.

Danish seakan membuat pemanasan untuk beberapa filmnya nanti seperti Danur, The Curse dan Rumah Dara 2 wohooo.

Dan seperti biasa, ‘keisengan’ lah yang membuat alam gaib dan manusia terhubung ketika mendaki, benarkan?

Hingga akhirnya satu persatu sahabat Fina hilang setelah mereka menemukan dan memainkan ular tangga yang terbuat dari kayu tersebut.

Bersamaan pula dengan kejadian-kejadian aneh yang menegangkan, serta
‘gamparan’ pada wajah saya oleh tangan saya sendiri tentunya saat para hantu
didalam film muncul secara tiba-tiba, jujur. Beberapa penampakan hantu dalam film ini MENGAGETKAN !

Selain judul, design poster karya Rezha PN untuk film ular tangga ini juga pantas saya acungkan jempol.

Sangat menarik perhatian dan bagus dari sisi penggambaran cerita, meskipun saya
sempat berpikir film ini seperti film luar yang berjudul Jumanji. Dan salah, kalian cukup saksikan dan pasti tak akan memikirkan persamaan tersebut lagi.

Beberapa scene dalam film ini juga menampilkan tata kamera dan efek visual yang
cukup bagus meskipun bagi saya penggunaan drone yang terlalu sering membuat sedikit pusing.

Sedangkan untuk tata suara sangat menolong untuk film ini, sisi horor sempurna tercipta, masih ingat lagu khas film kuntilanak?

lagu itu hadir kembali dengan tempo yang lebih lamban, semakin seram menurut saya. Namun untuk soundtrack film sayang sekali kadang merusak.

Mungkin penempatannya yang kurang tepat. Ini yang paling sangat saya suka dalam ini.

Part akhir dalam film ini adalah hal yang harus kalian tunggu-tunggu, yaiyalah,
bukan ditunggu karena nanggung ya, bagi saya, ending film ini bagus sekali dan
membayar beberapa adegan yang membosankan sebelumnya,

Pocong vs Kuntilana

Pocong vs Kuntilanak

Pocong vs Kuntilanak – Vonny Von Klingen hidup pada masa sekarang dengan teman-temannya dan kemampuannya meramal.

Kehidupannya biasa saja hingga ia diperkenalkan dengan seorang pria bernama Marcell, pemilik sebuah toko tato.

Ibu Vonny, Reika, telah disuruh oleh kakaknya untuk berbuat sesuatu kepada Vonny.

Vonny, Marcell, dan ketiga teman mereka pergi ke rumah Marcell dengan Aksha (Aldiansyah Taher) yang membawa jelangkung untuk dimainkan.

Selesai bermain, Marcell yang baru kembali ke kamar mandi diserang oleh sebuah Kuntilanak. Kemudian sebuah Pocong datang dan bersamanya menghilang.

Selesainya, Vonny akhirnya diceritakan oleh Rieka bahwa mereka memelihara Kuntilanak untuk mencegah perbuatan jahat yang menimpa keluarga mereka.

Marcell yang dulu menghina keluarga Vonny diam-diam, adalah salah-satu korban pelajaran kecil dari Kuntilanak tersebut.

Rieka kini meminta Vonny untuk melanjutkan tradisi keluarga turun-temurun untuk memberikan tumbal dan sesajen kepada Kuntilanak.

Riekapun kembali ke ruang semadi yang ada di rumah. Terakhir kali ia dilindungi Kuntilanak, iapun meninggal karena serangan jantung.

Selesai pemakaman Reika, Vonny yang mengkaitkan kata-kata Marcell dengan kematian Ibunya mulai mejauhi Marcell.

Sesampai di rumah, Vonny bertemu dengan Budenya yang menceritakan kisah kenapa keluarganya memelihara Kuntilanak sejak dahulu.

Leluhur Vonny, Nyi Soroh, saat penjajahan Belanda memutuskan untuk menikahi Von Klingen, seorang juragan Belanda.

Sebenarnya, Raden Soekotjo, jawara di kampung itu mencintai Nyi Soroh, namun Nyi Soroh yang tidak mau dimadu, menolaknya.

Dendam, Raden Soekotjo berkata akan membunuh Nyi Soroh yang ternyata telah memelihara Kuntilanak.

Raden Soekotjopun ditemukan meninggal. Sebelum ia meninggal, pesan terakhir Raden Soekotjo kepada anaknya adalah, agar tali pocong mayatnya jangan dilepas

Hal itu akan menjadikan Raden Soekotjo menjadi arwah penasaran berbentuk pocong

Sejak itulah, Raden Soekotjo dengan bentuk pocongnya terus berusaha membunuh garis keturunan Nyi Soroh dan Von Klingen dan terus digagalkan oleh Kuntilanak.

Di tempat Marcell, belakangan ini ia dihantui oleh mimpi berupa Pocong. Dan sepertinya semua orang termasuk Agnes, pacar Aksha, dan Ruby, teman Agnes, turut dikejar.

Baca Juga: Kafan Sundel Bolong (2012)

Berkat pegawai di toko tato yang menelusuri dunia gaib, Marcell dan Aksha berusaha mengusir teror pocong dengan melarungkan sesajen ke sebuah kali.

Setelah selesai, Marcell datang ke rumah Vonny dan mengungkapkan perasaannya sekaligus meminta maaf.

Mereka berciuman, tetapi terganggu oleh telepon pegawai Marcell yang saat ini masih diteror pocong, membuat Marcell harus pergi.

Bude Vonny kembali banyak menasehatinya perihal Kuntilanak.
Yakni tentang satu orang dari satu generasi saja yang bisa memelihara Kuntilanak, dan kenyataan bahwa apabila Kuntilanak tidak segera diteruskan pemeliharaannya,

maka Kuntilanak akan dendam dan menyakiti orang-orang yang menjadi penerus pemanggil Kuntilanak.

Ruby yang masih takut atas kejadian Pocong, justru kini dihantui Kuntilanak.
Iapun diserang oleh Kuntilanak di tempat tidurnya. Setelah Vonny, Agnes, dan Akhsa datang dan kini menuju rumah Vonny, Akhsa mendapat berita bahwa pegawainya yang terteror Pocong meninggal.

Di rumah Vonny, Bude Vonny meninggal karena Pocong, begitupun Akhsa.

Sementara Agnes yang berusaha lari, dicekik oleh Kuntilanak. Vonny yang melihatnya, menyerah kepada Kuntilanak dan mempersilahkannya tetap mengabdi kepada keluarga Von Klingen.

Lalu Kuntilanakpun menghilang. Vonny kebawah dan mendengar suara datangnya Marcell, lalu ia berpelukan dengan Marcell di tengah hutan yang ternyata tengah dirasuki arwah Raden Soekotjo, berusaha membunuh Vonny.

Ternyata untuk dilindungi Kuntilanak yang baru berpindah pemelihara, sang pemelihara harus merapalkan mantera agar Kuntilanak datang.

Tapi, Vonny sendiri dirasuki Kuntilanak dan antara ia dan Marcell saling mencekik.

Di tempat lain, Mbok Darmi, pembantu Vonny yang akrab dengan cerita Von Klingen,

menyelamatkan Agnes yang sudah siuman dan menyuruh sopir pribadi keluarga untuk menggali makam-makam, berusaha menemukan Pocong Raden Soekotjo dan melepaskan tali pocongnya.

Mbok Darmi lupa memperingatkan sang sopir untuk tidak mencabut tali pocong terlebih dahulu, karena apabila dicabut, maka Marcell akan ikut meninggal.

Satu-satunya cara adalah membebaskan Marcell dari pengaruh Pocong.Agnes nekat kabut dengan membawa cincin yang akan diberikan Marcell kepada Vonny, dan Agnes berhasil menyadarkan Marcell.

Saat itulah tali pocong dilepas dari instruksi Mbok Darmi. Vonnypun lepas dari pengaruh Kuntilanak berikut Marcell. Mereka berdua bersama Agnespun berpelukan karena semuanya sudah berakhir.